Senin, 10 Desember 2012


perbedaan perasa alami dan buatan
Hanya ada sedikit perbedaan di komposisi kimia perasa alami dan buatan.Keduanya dibuat di laboratorium oleh profesional yang terlatih, seorang ‘ahli rasa’, yang mencampur bahan-bahan kimia yang tepat dengan proporsi yang akurat.
Seorang ahli rasa menggunakan bahan-bahan kimia alami untuk membuat perasa alami dan bahan-bahan kimia sintetis untuk membuat perasa sintetis. Tetapi, pada dasarnya, si ahli rasa harus menggunakan bahan-bahan kimia yang sama untuk formula perasa buatannya dengan bahan-bahan kimia yang ia gunakan pada saat ia membuat perasa alami. Kalau tidak, rasanya tidak akan menjadi seperti yang diinginkan.
Perbedaan antara ‘alami’ dan ‘buatan’ datang dari ‘sumber’ bahan-bahan kimia yang dipakai dalam proses pembuatan perasa ini. Ini bisa disamakan seperti menyebut apel yang dijual di hotel adalah buatan dan apel yang dijual di toko buah adalah alami.
Hal ini sering membingungkan konsumen karena banyak contoh kasus yang demikian dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita dapat membuat ‘zat pewarna’ berwarna biru tua dari ekstrak blueberry atau pigmen sintetis. Komposi kimia kedua zat perwarna ini sangat berbeda walaupun keduanya menghasilkan warna yang sama. Ini sama halnya seperti kaus yang terbuat dari bahan wol dan nilon. Keduanya adalah kaus, dengan komposisi kimia yang berbeda. Perbedaan seperti ini, tidak mungkin ada pada produksi perasa. Sebuah rasa tertentu hanya dapat diracik dari bahan-bahan kimia yang spesifik. Sehingga, bila anda membeli jus apel yang mengandung perasa buatan, anda akan mengkonsumsi bahan kimia yang sama seperti seandainya anda memilih untuk membeli jus apel dengan perasa natural.

Sabtu, 08 Desember 2012

makalah SAV



KUCING PERSIA DAN PERANANNYA BAGI MANUSIA
I. PENDAHULUAN
Kucing, Felis silvestris catus, adalah sejenis karnivora. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing besar" seperti singa, harimau, dan macan. Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang manyimpan hasil panen. Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.
Persian cat atau lebih dikenal dengan kucing Persia, namanya mulai melambung tinggi seiring dengan minat masyarakat untuk memiliki kucing jenis ini khususnya di kota- kota besar. Bulunya yang tebal, halus dan lebat, disertai bentuk wajah yang bulat, hidung pesek, telinga yang kecil dengan jarak rentang yang sempurna dan dilengkapi dengan kedua mata bulat indah menjadikan kucing Persia primadona negeri ini. Lebih tepat dikatakan bahwa kucing jenis ini telah menjadi sebuah fenomena pada masyarakat Indonesia. Apakah itu mode atau trend, penentu status sosial hingga latar belakang pemuasan batin atau lebih tepat dikatakan cat lover. Dengan alasan – alasan tertentu mereka tidak segan mengeluarkan jutaan rupiah untuk mendapatkan seekor kucing Persia. 
Dalam makalah yang saya susun guna memenuhi tugas mata kuliah sistematika dan anatomi vertebrata ini saya akan membahas salah satu contohnya yaitu kucing Persia.
Kumpulan Kata Bijak Dr. Aidh Al Qorni, dalam bukunya “La Tahzan” “Ketahuilah, bahwa anda bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian. Tidak seorangpun yang lepas dari kesedihan. Dan tidak seorangpun yang luput dari kesulitan.” (Dr. Aidh Al Qorni, dalam bukunya “La Tahzan”) “Salah satu pintu kebahagiaan terbesar adalah doa kedua orangtua. Berusahalah mendapatkan doa itu dengan berbakti kepada mereka berdua agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjagamu dari semua hal yang tidak Anda sukai.” (Dr. Aidh Al Qorni, dalam bukunya “La Tahzan”) Berbuatbaiklah kepada sesama, dan baktikan kebaikan kepada semua orang agar Anda akan mendapatkan kebahagiaan dari menjenguk orang sakit, dan memberi sesuatu kepada orang yang membutuhkannya, dan dari mengasihi anak yatim.” (Dr. Aidh Al Qorni, dalam bukunya “La Tahzan”)

download[4]

Rabu, 05 Desember 2012

Selasa, 04 Desember 2012


BAHAYA VITAMIN C SINTETIK

Kini ramai yang mengambil suplemen sebagai tambahan kepada nutrisi harian. Ini adalah kerana pelbagai faktor sekeliling yang menyebabkan sesetengah orang berpendapat “Saya perlukan suplemen”. Walau bagaimana pun, adakah anda benar2 perlukan suplemen? Dan, adakah anda memerlukan suplemen yang anda sedang ambil itu? Maksud saya, vitamin sintetik (sekiranya ada).
Ramai orang yang telah bertukar dari vitamin sintetik, atau vitamin yang tidak diketahui adakah ia natural atau sintetik; bila cuba vitamin Shaklee, mereka mengakui “lain”. Apa yang lainnya?
Ya pasti lain antara bunga asli dengan bunga plastik.
Namun, perbezaannya bukan setakat itu saja. Vitamin  sintetik memberi kesan lebih dari cuma “sintetik”.
Vitamin Sintetik umpama buah plastik
Dalam satu kajian yang dibuat oleh University of Leicester, London, 500 mg vitamin C sintetik mempunyai kesan antioksidan dan pro-oksidan dalam masa yang sama! Bermakna walaupun ia menghapuskan radikal bebas dalam tubuh, pada masa yang sama mereka juga menghasilkan radikal bebas!
Kajian berkaitan juga pernah dibuat oleh seorang profesor dari Mount Sinai School of Medicine, New York tentang kerosakan yang dibuat oleh vitamin C sintetik ini.  Beliau berkata bahawa Vitamin C sintetik adalah tidak sama langsung dengan vitamin C dalam buat sitrus, yang mana vitamin C dalam buah bertindak sebagai antioksidan. Manakala vitamin C dalam suplemen sintetik ni adalah agen radox- yakni bertindak sebagai antioksidan pada masa yang sama sebagai pro-oksidan. Akibatnya, ia menyebabkan kerosakan sel seterusnya kerosakan DNA.
Vitamin C sintetik adalah asid askorbik yang dibuat dalam makmal tidak mampu bertindak seperti vitamin C yang sebenar kerana ia cuma ada asid askorbik tanpa komponen2 lain vitamin C seperti bioflavonoids, rutin dan lain-lain.
Jadi, sila berhati-hati dalam pemilihan suplemen. Pilihlah suplemen semulajadi kerana ia diperbuat dari sumber vitamin C yang asli, bukan semata-mata asid askorbik. Kajian menunjukkan asid askorbik tidak memberikan kesan seperti vitamin C tanpa kehadiran bioflavonoids dan komponen2 lain.

Makanan Pemicu Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan momok yang sangat mengerikan khususnya bagi kalangan perempuan dimanapun. Di Indonesia, kanker payudara telah menjadi penyebab kematian wanita nomor dua setelah kanker leher rahim.Makanan pemicu kanker
Meski banyak terjadi pada kalangan wanita, bukan berarti bahwa pria bebas dari resiko kanker jenis ini. Dalam beberapa kasus, ada juga pria yang terkena penyakit kanker payudara ini. Nah, apa saja jenis makanan yang bisa menjadi pemicu kanker payudara ini?
  • Tahu dan tempeTahukah Anda bahwa pada jenis kanker payudara tertentu, tahu dan tempe bisa menjadi pemicu semakin cepatnya petumbuhan sel kanker. Mengapa? Karena tahu dan tempe mengandung senyawa kimia berupa hormon pertumbuhan (phytoestrogen). Struktur dalam hormon tersebut mirip dengan hormon estrogen pada wanita, sebab itu phytoestrogen ini sering dianggap bisa membantu dalam menanggulangi penurunan kadar estrogen. Namun, konsumsi tahu dan tempe pada wanita yang mengidap kanker payudara tertentu bisa memicu semakin merangsang penyebaran kankernya yang justru disebabkan oleh estrogen.
  • Daging
    Menurut Cancer Research UK, beberapa jenis daging dan cara memasaknya merupakan faktor yang menyebabkan kanker payudara apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan. Lebih disarankan untuk mengonsumsi daging putih seperti dada ayam dan daging ikan yang tidak menyebabkan kanker.
  • Alkohol
    American Cancer Society (ACS) menemukan bahwa meminum alkohol bisa meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara. Maka, para wanita yang tidak ingin terkena kanker payudara disarankan untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol sebisa mungkin.
  • Lemak
    Makanan tinggi lemak mengandung banyak kalori yang cenderung akan menyebabkan obesitas (kegemukan) pada seseorang dan secara langsung dikaitkan dengan kanker payudara.
Itulah beberapa jenis makanan yang bisa menyebabkan kanker, termasuk kanker payudara yang bisa menyebabkan kematian. Semoga dengan informasi di atas kita tahu makanan apa saja dan cara memasak seperti apa yang dibolehkan atau tidak dibolehkan sehingga bisa meminimalisir resiko terkena penyakit kanker.


Informasi lengkapnya di: http://www.deherba.com/jenis-makanan-yang-menjadi-pemicu-kanker.html#ixzz2E44Up7zH

Manfaat Vitamin
Manfaat vitamin yang ada dalam makanan disekitar kita sangat beragam. Setiap vitamin memiliki fungsi masing-masing yang tentu sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Ada vitamin yang baik untuk menjaga agar tubuh tetap segar, untuk memperkuat kekebalan tubuh, menghilangkan rasa capek, dll.
Fungsi Vitamin dan Manfaatnya
Berikut ini adalah beberapa contoh vitamin beserta fungsi vitamin yang terkandung didalamnya:
Vitamin A. Vitamin ini juga disebut sebagi Retinol. Fungsi vitamin A antara lain untuk: menjaga penglihatan, mencegah hingga memulihkan penyakit rabun, serta menjaga lapisan selaput mukosa dalam tubuh.
Vitamin B. Manfaat vitamin B ini sangat baik untuk memperlancar pertumbuhan anak-anak, memperkuat tulang dan gigi, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah virus yang akan menyerang tubuh kita. Selain itu, manfaat vitamin B yang terkenal adalah untuk mencegah penyakit beri-beri.
Vitamin C. Vitamin ini dikenal pula dengan istilah asid askorbik. Fungsi vitamin C antara lain adalah sebagai pembentuk dan pengekal kolagen (suatu protein yang sangat penting untuk memperkuat kedudukan sel badan), mempercepat proses penyembuhan luka, memperkuat tulang dan gigi, mempercepat proses metabolisme, serta menjadi antioksidan yang sangat baik untuk menangkal radikal bebas.
Vitamin D. Fungsi vitamin D yang paling utama adalah sebagai penghancur dan pembunuh segala macam virus maupun bakteri yang merugikan tubuh. Selain itu, fungsi vitamin D juga dapat memberikan kekuatan terhadap tubuh dari serangan penyakit. Vitamin D juga sangat penting untuk memperlancar proses pertumbuhan tulang dan gigi serta menjaganya dari kerapuhan.

Senin, 03 Desember 2012


50 TAMAN NASIONAL DI INDONESIA
Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi (pasal 1 butir 14 UU No. 5 Tahun 1990).

Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya (Pasal 1 butir 13 UU No. 5 Tahun 1990).

Berikut ini daftar Taman Nasional yang ada di Indonesia (anda dapat klik setiap kawasan berdasarkan pulau pada peta diatas) :

Taman Nasional di Pulau SumateraTaman Nasional di Pulau JawaTaman Nasional di Bali dan Nusa Tenggara
1. Gunung Leuser *) **)1. Ujung Kulon **)1. Bali Barat
2. Siberut *)2. Kepulauan Seribu2. Gunung Rinjani
3. Kerinci Seblat **)3. Gunung Halimun3. Komodo *) **)
4. Bukit Tigapuluh4. Gunung Gede Pangrango *)4. Manupeu Tanah Daru
5. Bukit Duabelas5. Karimunjawa5. Laiwangi Wanggameti
6. Berbak ***)6. Bromo Tengger Semeru6. Kelimutu
7. Sembilang7. Meru Betiri
8. Bukit Barisan Selatan **)8. Baluran
9. Way Kambas9. Alas Purwo
10. Batang Gadis10. Gunung Merapi
11. Tesso Nilo11. Gunung Merbabu
12. Gunung Ciremai
   
Taman Nasional di Pulau KalimantanTaman Nasional di Pulau SulawesiTaman Nasional di Maluku dan Papua
1. Gunung Palung1. Bunaken1. Manusela
2. Danau Sentarum ***)2. Bogani Nani Wartabone2. Aketajawe - Lolobata
3. Betung Kerihun  3. Lore Lindu *)3. Teluk Cendrawasih
4. Bukit Baka-Bukit Raya  4. Taka Bonerate 4. Lorentz **)
5. Tanjung Puting *)5. Rawa Aopa Watumohai5. Wasur
6. Kutai 6. Wakatobi
7. Kayan Mentarang 7. Kepulauan Togean
8. Sebangau8. Bantimurung - Bulusaraung
Keterangan:
*)      Cagar Biosfer
**)    World Heritage Sites
***)   Ramsar Sites

sumber :

GERAKAN 1 MILYAR POHON



TAMAN NASIONAL KOMODO - NTT

UMUM
Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).
Letak kawasam TN Komodo di ujung barat Propinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di antara Pulau Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) dan Pulau Flores (Nusa Tenggara Timur). Secara administratif kawasan ini terletak di dalam wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Status dan sejarah Kawasan
  1. Tahun 1911, satwa komodo pertama kali ditemukan oleh JKH Van Steyn
  2. Tahun 1912, satwa tersebut diberi nama Varanus komodoensis oleh PA. Owens
  3. Tahun 1912, Sultan Bima mengeluarkan surat keputusan untuk melindungi komodo
  4. Tahun 1938, Residen Flores mengeluarkan keputusan tentang pembentukan Suaka Margasatwa Pulau Rinca, Pulau Padar disusul penetapan Suaka Margasatwa Pulau Komodo pada tahun 1965.
  5. Pada 6 Maret 1980, Menteri Pertanian menunjuk P. Komodo, Padar, dan Rinca sebagai Taman Nasional Komodo
  6. Tahun 1986, UNESCO menetapkan sebagai Cagar Biosphere (Man and Biosphere Reserve)
  7. Tahun 1991, UNESCO menetapkan sebagai Warisan Dunia (World Heritage Site)
  8. Tahun 1992, Komodo ditetapkan oleh Presiden RI sebagai Simbol Nasional
  9. Tahun 1992, Perubahan fungsi Suaka Margasatwa P.Komodo, P. Rinca dan P. Padar seluas 40.728 Ha dan Penunjukan Perairan Laut seluas 132.572 Ha menjadi Taman Nasional Komodo.
  10. Tahun 2000, ditetapkan kawasan pelestarian alam perairan oleh Menteri Kehutanan dengan luas 132.572 Ha.
  11. Tahun 2006, TN. Komodo termasuk 20 Taman Nasional Model di Indonesia.
FISIK
Geologi
Kawasan TN. Komodo terletak pada pertemuan dua lempengan kontinen Sahul dan Sunda. Gesekan antara kedua lempengan tersebut, telah menimbulkan letupan vulkanis besar dan tekanannya menyebabkan pengangkatan terumbu karang dan fenomena vulkanis itulah yang menjadikan pulau-pulau di kawasan TN. Komodo. Komodo Barat, oleh para ahli diperkirakan terbentuk pada era jurasic atau sekitar 130 juta tahun lalu, sedangkan Komodo Timur, Rinca, dan Padar, diperkirakan terbentuk sekitar 49 juta tahun lalu dalam era Eosin. Pulau-pulau tersebut berubah terus menerus melalui proses erosi dan penumpukan. Berdasarkan geologis berskala 1:250.000 oleh Van Bemmelen tahun 1949, formasi batu yang tersebar di TN. Komodo adalah formasi andesit, deposit vulkanis dan formasi efusif.
Topografi
Terdapat topografi Taman Nasional Komodo bergelombang, berupa bukit-bukit dan gunung-gunung. Dibeberapa tempat terdapat lereng yang terjal dan curam dengan kemiringan mencapai 80 % dan ketinggiannya berkisar antara 0-735 m dpl. Gunung yang tertinggi adalah Gunung Satalibo (735 m dpl) terletak di P. Komodo, dan Gunung Ora (667 m dpl) di P. Rinca.
Iklim
Kawasan TN. Komodo sangat dipengaruhi oleh hujan musim dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Iklim TN. Komodo berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson iklimnya termasuk klasifikasi jenis F (sangat kering). Bulan kering antara april sampai oktober dan bulan basah antara bulan November sampai dengan Maret. Curah hujan rata-rata 200-1500 mm per tahun. Suhu umumnya berkisar antara 17 – 34 C, dengan tingkat kelembaban rata-rata 36 %.
Perbedaan Kualitatif dan Kuantitatif

Dalam melakukan sebuah penelitan, kita membutuhkan sebuah metode. Kita bisa menggunakan metode penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Kita menggunakannya sesuai dengan kebutuhan suatu penelitian. Seperti saat menyusun skripsi.

Perbedaan Kualitatif Dan Kuantitatif | Metode Penelitian

Ada perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Apa saja Perbedaan Kualitatif Dan Kuantitatif? Berikut adalah tabel singkat perbedaan kedua metode penelitian ini.

Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan.

Sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Berikut adalah perbedaan kedua metode tersebut selengkapnya:

No
Kualitatif
Kuantitatif
1
Penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik, interpretatif, konstruktivis, naturalistik-etnografik, pendekatan fenomenologis dan penelitian dengan pola pencarian dari dalam
Penelitian kuantitatif disebut juga penelitan rasionalistik, fungional, positivisme, dan penelitan dengan pola pencarian kebenaran dari luar
2
memulai kegiatannya dengan konsep-konsep yang sangat umum, kemudian selama penelitian, konsep-konsep yang sangat umum itu diubah-ubah dan direvisi sampai bertemu dengan kesimpulan yang sangat kuat. Dengan kata lain, variabel ditemukan dan dirumuskan kembali, bukan di awal.
mengisolasi variabel-variabel dan kemudian menghubungkannya dalam hipotesis. Selanjutnya menguji hipotesis itu dengan data yang dikumpulkan.
3
variabel merupakan produk penelitian yang ditemukan kemudian.
variabel-variabel menjadi alat atau komponen utama dalam melakukan analisis
4
penelitian kualitatif menggunakan lensa besar dan menampak serta memperhatikan pola-pola saling berhubungan antara berbagai variabel yang sebelumnya belum pernah ditemukan. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan holistik, menyeluruh.
penelitian kuantitatif memandang melalui lensa kecil, melihat dan memilih serta memperhatikannya hanya beberapa buah variabel saja.
5
Penelitian kualitatif menjadikan peneliti sendiri sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data atau informasi. Peneliti diminta luwes dan mampu membuat atau memberikan pandangan sendiri atas hal-hal atau fenomena-fenomena yang dilihatnya.
penelitian kuantitatif menggunakan instrumen yang ditentukan terlebih dahulu, dan instrumennya sangat tidak fleksibel dan juga tidak reflektif yaitu tidak mengandung interpretasi.
6
penelitian kualitatif masalah penelitian tidak dapat di formulasikan secara jelas dan jawaban dari responden juga sangat kompleks, sehingga wawancara mendalam mungkin sangat efektif dalam pengumpulan data.
Penelitian kuantitatif menuntut jawaban yang pasti, jelas, tidak ambigu, dan oleh karena itu instrumen dalam bentuk kuesioner mungkin sangat tepat dalam pengumpulan data.
7
Penelitian kualitatif tertarik dengan konsep-konsep, bukan berapa kalinya sesuatu.
penelitian kuantitatif bermain dengan angka-angka, yaitu mengkuantifikasi sampel terhadap populasi, dan mengangkakan karakteristik variabel-variabel penelitian.

Nah, semoga informasi tentang Perbedaan Kualitatif Dan Kuantitatif di atas bermanfaat untuk Anda yang sedang melakukan penelitian. Terkadang cara membuat makalah juga membutuhkan sebuah penelitian, jadi penggunaan kedua metode di atas juga dibutuhkan.

BERPIKIR POSITIF ATAU BERPERASAAN POSITIF ?

Menurut penelitian, dalam sehari ada 6500 pikiran yang berseliweran di kepala kita. Pikiran itu bisa positif atau negatif. Nah, seandainya pikiran-pikiran yang berseliweran tadi kita tangkapin yang negatif terus kita poles menjadi pikiran positif, maka silahkan hitung berapa banyak waktu yang akan kita habiskan untuk aktifitas poles memoles tadi.
Sebenarnya ada cara yang lebih elegan dan cerdas, yaitu memelihara perasaan positif. Agak aneh memang, kita yang terbiasa di ‘papar’ pelajaran untuk selalu berpikir positif diminta untuk menggeser pemahaman agar berperasaan positif.
Question; mengapa kita butuh berperasaan positif dan bagaimana caranya agar bisa selalu berperasaan positif?
Kita butuh berperasaan positif agar semua pikiran yang berseliweran tadi selalu mempunyai wadah (hati/perasaan) yang siap menampung, negatif atau positif. Coba perhatikan, kalau hati kita senang nyaman, enak, peristiwa yang tidak menyenangkan jadi lebih ringan, karena wadahnya siap, lapang. Intinya, dengan berperasaan positif kita bisa lebih siap dan lebih ‘lentur’ bin ‘luwes’ dalam menghadapi setiap benturan dari dalam atau luar diri kita.